Group Rajawali Akhirnya Jual Saham BWPT Pada Investor Malaysia

Ide Kelompok Rajawali jual sebagian saham PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) jadi lebih terang. Sumber KONTAN yg tahu transaksi itu ceritakan, Rajawali bakal jual 30 prosen saham BWPT. Sekarang, PT Rajawali Capital International memegang 65, 54 prosen saham BWPT. Dengan analisis divestasi 30 prosen saham, jadi kepemilikan Rajawali masa transaksi sebesar 35, 54 prosen, baca cara menghitung persen diskon .

" Lumayan berarti. Tetapi Rajawali masihlah memegang kendali, " ucap sumber KONTAN.

Sumber barusan menyampaikan, perusahaan yg ambil 30 prosen saham BWPT disebut-sebut perusahaan asal Malaysia, Felda Global Ventures Berhad (FGV). Tetapi, dia tak bersedia mengutarakan harga BWPT yg di sepakati FGV serta Rajawali.

Asal tahu saja, FGV miliki enam usaha paling utama ialah kelapa sawit hulu serta hilir, karet, gula, analisa serta pengembangan layanan agri, transportasi, logistik serta pemasaran. FGV beroperasi di 10 negara di Asia, Amerika Utara serta Eropa. Akhir th. selanjutnya, Rajawali mengakuisisi BWPT di harga Rp 400 per saham lewat skema right issue.

Dengan analisis Rp 400 per saham, nilai jual beli 9, 45 juta saham atau 30% saham dapat meraih Rp 3, 78 triliun. Kelompok Rajawali dikabarkan masihlah bernegosiasi dengan FGV. Seandainya sistem negosiasi sukses, Rajawali serta FGV bakal meneken persetujuan jual beli saham pada hari ini di Jakarta.

General Manager Investment Rajawali Corpora Adam Jayaputra segan berkomentar. Manajemen BWPT juga mengakui belum pula tahu berita itu. " Saya belum pula beroleh kabar. Apabila saya telah mengetahui, kelak saya kabari, " kata Rudy Suhendra, Sekretaris Perusahaan BWPT, terhadap KONTAN, tempo hari.

Pada kuartal I 2015, laba BWPT anjlok 91, 61 prosen year-on-year (yoy) jadi Rp 7, 13 miliar. Walaupun sebenarnya pendapatannya tumbuh 106 prosen (yoy) jadi Rp 734, 94 miliar.

Baca juga : cara menghitung nilai resistor 

Analis Investa Petunjuk Mandiri Kiswoyo Adi Joe memperkirakan, kemampuan BWPT th. ini tdk tidak sama jauh ketimbang kuartal pertama. Pasalnya, harga crude palm oil (CPO) masihlah rendah, ialah di rentang RM 2. 000 sampai RM 2. 500 per ton.

Kiswoyo menganjurkan, jual BWPT andaikan udah break even point (BEP), baca cara menghitung BEP . Menurutnya, saham perusahaan yg dikuasai Kelompok Rajawali kebanyakan jadi saham tidur. Dia menyaksikan situasi yg sama pada saham PT Nusantara Infrastructure Tbk (META). Tetapi kala Rajawali mau jual, baru saham itu menanjak.

Harga BWPT tempo hari naik 5, 77 prosen jadi Rp 440 per saham. Kiswoyo mengkalkulasi, harga lumrah BWPT merupakan Rp 500 per saham.

0コメント

  • 1000 / 1000